Jalan Slamet Riyadi itu jalan protokol paling panjang di solo. Selama 6 tahun (SMP-SMA), setiap hari belajar, bayu menyeberangi jalan raya 4 ruas dan 1 arah itu (jaman segitu masi kudu genjot sepeda… -jakarta mah kalah, baru2 aja ada program bike2work-). Persimpangan nonongan, di depan resto Kusuma Sari, ada baligo besar terpasang di sana, dan bertuliskan money changer [ketika SMP, aku membaca sebagai monei cenjer
].
Ternyata meski dicekoki mata pelajaran ekonomi puluhan tahun, toh sampai sekarang belum berhubungan ma money changer, setidaknya nyaris [kalau mbak yanne bener-bener membawakan robot mindstorm]. Dan ternyata ternyata … tidak perlu datang ke tempat itu untuk bersentuhan langsung mengenal dunia valuta asing.
Perdagangan Forex online menembus batas-batas konvensional tatap muka dan pegang barang secara fisik. Hanya bermodalkan komputer dan internet, dan tidak perlu safety box, kita bisa bermain pertukaran mata uang, dan tentunya hukum ekonomi berlaku di dalamnya.
Sektor finansial memang menarik. Barang yang diawang-awang dan berbekal kepercayaan pun bisa diperjualbelikan. Terlihat mudah ? Orang marketing bisa berkata seperti itu. Dapat untung ? Iklan di koran gembar-gembor bikin berita bombastis. Hajar ajah !! Terjun bebas !! Wah, resikonya mak, gak bisa maen hantam pake duit kecil, modal minimal sebaiknya $1000 sih. Mending belajar dulu ke www.belajarforex.com. Baca … baca .. baca dan baca !!
Lha, apa hubungannya ma money changer? Gampangannya forex seperti money changer, kita maen analogi saja. Kita beli uang asing saat turun, disimpen, dan menjual ketika tinggi. Selisih harga itu profit yang didapat. Tapi cara ini tidak praktis, delainya kelewat lama untuk transaksi kita. So, ada makelar bernama pialang yang menjaga duit kita. HARUSnya ! heheehehe …
-gimana kabar brankasmu, wahai sobat nathan di paokmotong ?-
