Gedung REM SLN Chevron berdiri di pinggiran kota Duri, Riau. Karena projek ini, aku ditanam di kota ini sekitar 9 bulan, makanya kudu punya kesempatan mengenal kota Duri lebih banyak.
Menyusuri jalan Utama kota Duri.
Sub judul itu sebenernya bisa dibilang rada aneh. Logikanya, klo ada jalan utama berarti ada jalan setengah utama dan jalan tidak utama. Ternyata kota kaya minyak ini cuma ada 2 jalan utama (Sudirman dan Hang tuah), dan yang lainnya disebut jalan tikus. Jalan tikus itu pun juga yang menghubungkan antara Hang Tuah dan Sudirman. Jalan lain ? Itu berarti jalan ke arah pinggiran, luar kota atau ke hutan.
Pertokoan pun berpusat di jalan utama itu. Mall Ramayana terbesar saat ini ada di jalan Sudirman, tapi tampaknya belum beres pembangunannya, masih perlu finishing touch karena tembok-tembok parkir yang belum dicat. Mandau Square ? Mall yang lebih gede dari Ramayana ini bakal masih lama buat tempat nongkrong dan belanja. Saat ini baru menyusun “bata ngadeg”. Tampaknya toko mandiri (diapit Bank Mandiri dan pegadaian) lebih manusiawi karena lebih murah daripada Ramayana dan lebih ramai.
Lahan kerja yang banyak di kecamatan Duri ini ada tukang jin (jean, bukan temennya tuyul), potong rambut, dan toko penjual safety tools. Perusahaan minyak punya andil besar dalam mengembangkan job itu. Chevron mewajibkan setiap karyawannya pake celana dan baju jin. BPnya (Bisnis partner) pun kudu pake celana jin. So, kalo rejeki ga bakal lari kemana, Setiba di duri si bos langsung nyuruh beli jin 2 potong, fitting dan permak jin sesuai ukuran kaki. Ukuran kepala ? HES Chevron (healthy, environment and safety) mensyaratkan potong cepak jika mau kerja di areanya untuk menjaga agar rambut tidak mengganggu kerja atau rambut tidak terlilit ke mesin yang terus berputar.
Sekian dulu …, 2B continued