Kita terbiasa mendengar bahwa penderita Stroke dialami oleh kaum manula. Padahal stroke tidak mengenal usia, Meutia Kasim contohnya. Diusianya yang ke-36 tahun 2005 lalu, selebritis itu mengalami serangan stroke perdarahan (hemorrhagic stroke subarachnoid) sehingga tidak dapat merampungkan tugasnya sebagai juri di Indonesian Idol 2.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.
Faktor Penyebab Stroke
Faktor resiko medis, antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol,Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain.Faktor resiko perilaku, antara lain Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food,fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas. 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut statistik. 93% pengidap penyakit trombosis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi. Pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah), terlalu banyak minum alkohol, merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak.
Stroke sangat dapat dicegah, hampir 85% dari semua stroke dapat DICEGAH. Tak heran semua orang selalu berupaya untuk mencegah Stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, penghindari stress hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah hingga dapat mencegah terjadinya Stroke.
Tips jitu cegah stroke : Rakus makan Alpukat
Alpukat buah yang kaya lemak, bahkan kadarnya lebih tinggi dari kandungan lemak yang ada pada buah Durian, meski begitu lemak Alpukat termasuk lemak sehat, karwena didominasi oleh asam lemak tak jenuh tunggal oleat yang bersifat antioksidan kuat. Lemak Alpukat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, sambil menaikkan kolesterol baik HDL, sehingga menekan risiko serangan stroke dan serangan jantung. Kemampuan ini diperkuat oleh kandungan betakaroten, vitamin E, dan vitamin B komplek yang berlipat dalam Alpukat. Bukan hanya itu, lemak dalam Alpukat merupakan lemak sehat seperti yang terdapat dalam minyak zaitun.
Referensi :
http://www.medicastore.com
http://www.yastroki.or.id