Beta jalang-jalang untuk beli printer Canong ,,, semoga tara hujang. Hehehe ..

Kali ini kita berkunjung ke Ternate. Menurut wiki, berada di lokasi Asia Tenggara, koordinat 0°47′N 127°22′E, Kepulauan Maluku, dengan area seluas 76 km², di kaki gunung Gamalama (1715m). Sedangkan PLN ini berada di daerah bernama Kayu Merah, dan saya tinggal di desa sebelah yang diberi nama Kalumata.
Antara Kayu Merah dan Kalumata, kami biasa jalan kaki agar sehat dan menghemat duit. Hehehe … Karena berjalan kaki, kita bisa melihat romantika dunia. Kenapa bikin gak napsu ?!!
- Ada tiga pusat makanan yang pas di lidah. Mie ayam, warung bu nunung dan nasi kuning ibu sunda.
Masalahnya, tempat yang lumayan uenak ada di nasi kuning ibu sunda. Tapi ya itu, mereka ko ngerokok. Illfeel sudah. Senikmat apapun hidangan ala Ternate, bisa bikin pening dan pengin muntah.
- Ada tiga pusat salon di arena sepanjang itu. Dan di situlah bertengger bencong dan waria yang nggilani.
Mending kalau cantik dan menarik, yang ada malah bikin aku lempar gelas ke mukanya yang njijiki dadanya yang tipis.
Penderitaan semakin menjadi ketika bencong dan waria itu berkumpul di tempat makan. Alamaakk … lengkap sudah derita ini.
“Mas, pinjem korek api dong”, begitu dia meminta kepadaku ketika sedang makan di warung bu nunung. Karena di dekatku ada korek gas, aku memberinya. Ternyata korek itu ‘mejen‘. Otakku yang saat itu lagi lowong langsung nyeletuk,”Eh ada tuh di belakang (sambil nunjuk ke dalam rumah). Pake aja kompor”. Untungnya mereka tetap kalem cuma teriak: “JAHAT !!”.
Kebayang … dulu pernah, ketika aku maen ke Bogor, tempat sodara, dan ternyata aku kesasar salah turun di malam yang gelap. Aku memutuskan menunggu pagi di masjid, tidur di situ, ada beberapa orang yang juga istirahat di situ. Ada seseorang yang menyapaku dan mengajak ngobrol. Dan di ujung cerita, dia mengajak, “Mas, mau aku emut”. Pusing lah aku. Cowok berbibir manis itu sudah mengelus-elus tangan dan perutku sebelum mengatakan itu.