-browsing dulu-
caranya gimana ya … ? Ada ide ?
Arsip untuk ‘Meres Balung’ Kategori
Optimasi Web
8 April 2009Daemon Network Setting
25 Maret 2009Pre : Unix, Ubuntu and family.
Daemon adalah program yang dijalankan di background. Script yang menggunakan konsep Daemon biasanya memiliki nama file yang diakhiri dengan karakter ‘d’, misal jagad, somad.. upsss httpd, ftpd. Daemon ini dikenal dengan sebutan service jika kita menggunakan windows.
Daemon tidak bekerja sendiri, tetapi bersama runlevel sebagai rekannya. Runlevel adalah mode operasi inisialisasi sistem operasi pada Unix System V-style. Defaultnya ubuntu berjalan pada runlevel 2 (Multi-User Mode). Ketika sistem operasi mulai, program-program daemon akan dipanggil sesuai dengan nilai runlevelnya. Script atau program daemon biasanya disimpan di /etc/init.d. Setiap runlevel menyimpan konfigurasi file-file yang akan dijalankan ketika startup dalam bentuk file link.
Menjalankan program service sesaat :
- sudo /etc/init.d/namaService [start|stop|restart]
Menjalankan daemon
Menjalankan daemon berarti menyisipkan file link ke runlevel.
- update-rc.d namaService defaults
> update-rc.d : install dan remove System-V style init script links
> argumen defaults akan membuat file link pada runlevel 2-5.
Membuang file link daemon
- update-rc.d namaService remove
Mari membuat “roh setan”
Kasus :
Kita membangun jaringan komputer di suatu perusahaan. Jika ternyata komputer PC yang kita pasang itu terdampar di ruangan yang jauh dari peradaban kabel, maka wireless bisa jadi solusi yang “ringan”. Tinggal colok ! Gak perlu tarik kabel sepanjang kereta api. Tut tut tut !
Masalahnya jika terinstall linux, kadang setting network itu bandel tetep mencari koneksi eth0 berupa kabel ethernet. Apalagi usernya masih awam tentang command line di unix. Lengkaplah sudah !!
Maka mending kita buat script yang memanfaatkan si setan ini.
1. Buat script, misal jaringMerah, dengan mode file executable
> chmod +x jaringMerah
> isi dengan :
- ifdown eth0; # matikan port kabel ethernet
- ifdown wlan0;
- ifconfig wlan0 10.23.129.223 up;
2. simpan di /etc/init.d/
3. lakukan perintah : update-rc.d jaringMerah defaults
RTD, Si Sensor Suhu
24 Maret 2009
Sensor Suhu RTDSensor temperatur yang kita pakai adalah RTD dengan jenis PT 100 kelas B.
RTD = Resistance Temperature Detector, pendeteksi suhu berdasarkan nilai tahanan pada metal.
Nilai tahanan akan sebanding dengan besar temperatur yang diukur. Semakin suhunya tinggi, nilai resistansinya akan meningkat.
Rumus yang dipakai :
R = apha * (T – To) + Ro
alpha : koefisien metal (pada temperatur resistansi) [/*C]
To : Suhu baseline
Ro : Nilai hambatan pada suhu baseline.
Metal yang digunakan bisa berbagai macam material.
Material Jenis Koefisien
Nickel Element 0.005866
Iron Element 0.005671
Molybdenum Element 0.004579
Tungsten Element 0.004403
Aluminum Element 0.004308
Copper Element 0.004041
Silver Element 0.003819
Platinum Element 0.003729
Gold Element 0.003715
Zinc Element 0.003847
Steel* Alloy 0.003
Nichrome Alloy 0.00017
Nichrome V Alloy 0.00013
Manganin Alloy +/- 0.000015
Kebanyakan RTD terbuat dari platium dengan baseline resistansi 100 Ohm pada 0 ºC.
Pada setting ini, RTD mempunyai perubahan resistansi sebesar 0.3729 Ω/ºC.
Tabel Temperatur vs Resistansi dapat disedot pada
From: http://www.thermocouple.co.uk/TD_TV_PT1A.pdf
Size: 62 KB (63151 bytes)
Jadi RTD, PT100 yang kita pakai berarti : R = 0.3729 T + 100
Misal jika suhu 30 *C, akan terukur di Ohm meter R sebesar
R = 0.3729 * 30 + 100
R = 111.187 Ohm
Kelas B menunjukkan tingkat toleransi atas akurasi pembacaan nilai. Standart Industri RTD menurut IEC-751, biasanya menggunakan kelas B ini, yang memiliki toleransi 0.12 % (resistansi) atau sekitar 0.3 *C pada pengukuran suhu 0*C, 0.45 *C pada suhu 30 *C, dan sekitar 0.8 *C pada 100*C.
Class B: Dt °C = ± ( 0.30 + 0.005 • | t | )
Jika ingin yang lebih presisi, Anda bisa menggunakan RTD dengan kelas A, kelas BAND 3 (1/3 DIN) dan BAND 5 (1/10 DIN). Kelas A memiliki toleransi 0.15 *C pada 0*C, kelas BAND 3 (1/3 DIN) memiliki toleransi 0.08 *C pada 0 *C dan BAND 5 (1/10 DIN) memiliki toleransi 0.03 *C pada 0 *C.
Class A: Dt °C = ± ( 0.15 + 0.002 • | t | )
Sumber :
http://www.controleng.com/blog/820000282/post/1770032777.html
http://www.thermocouple.co.uk/TD_TV_PT1A.pdf
http://www.temperature.com.au/Support/RTDaccuracyClassAClassB13DIN110DIN.aspx
http://www.mueller-ie.com/bild/wt-mr1g.jpg