
Serbuan Israel ke Palestina tetep gencar dilakukan. Gencatan senjata pun ditolak oleh kedua pihak. Resolusi PBB 1960 pun tak mempan menghentikan konflik di Jalur Gaza. Israel dengan wajah beringas tetep menggempur. Aksi protes pun merebak.
Facebook itu produk orang Yahudi
Facebook merupakan website jaringan sosial bebas biaya yang dimiliki oleh Facebook,Inc. Penggunanya bisa bergabung bersama dalam suatu jaringan yang diorganisasi berdasarkan kota, sekolah, agama dan memiliki fasilitas bisa berinterasi dengan orang lain untuk setiap fiturnya sehingga lebih hidup dan berkomunikatif.
Facebook dikembangkan oleh Mark Zuckerberg, seorang programmer komputer Amerika dan anggota Alpha Epsilon Pi (persaudaraan mahasiswa Yahudi), yang lahir di White Plains, NY dan tumbuh di Dobbs Ferry, anak dari pasangan Edward dan Karen Zuckerberg, keduanya seorang dokter. Semasa kuliahnya di Harvart, Mark merampungkan projek facebook di asramanya dan kemudian merilisnya di kampus, dan ternyata berkembang pesat hingga mencapai pendapatan $300 juta USD.
Facebook menjadi situs yang sering disantronin, mencapai 132,1 juta pengunjung pada Juni 2008 dan menempatkannya sebagai pemimpin situs jaringan sosial, dibandingkan dengan mySpace yang hanya 117,6 juta. Trafik yang tinggi ini ternyata menarik perhatian Presiden Israel, Shimon Peres melakukan doktrinasi dan opini publik melawan anti-semitism (intinya demen ma Yahudi gitu deh).
Kudu boikot facebook ?
Saya kira maen hajar boikot facebook bukan saran yang tepat. Jika si Peres itu menyusun kekuatan pemikiran lewat facebook, ya … kita lakukan hal yang sama, menyuarakan anti Israel lewat media. Jika meninggalkan facebook, siapa lagi yang mengimbangi doktrinasi itu ? Peres bakal tertawa karena tidak ada saingan.
Ya mending kita dukung grup Anti Israel di Facebook, yang saat ngetik tulisan ini baru 6520 anggota. Anggota grup ini pun tidak terbatas Indonesia dan negara Arab, orang Amerika pun bergabung mengutuk Israel.
Mark Zuckerberg mendukung siapa ?
Mark believes that Facebook need to focus on building useful communication tools and that the users can use these tools to connect and generate more worldly perspectives. As such Facebook does not need to be proactive about it. When asked about whether he will visit Israel next year, he said maybe.
Wajar jika pendiri facebook ini ingin menjaga perusahaannya tetep tumbuh.
(lagi…)